4 Tahapan Orang Tua Dalam Mendidik Anak Sesuai Umur

Sebagai orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik anak-anaknya, sejak dalam usia kandungan. Karena masa depan mereka bergantung pada pola asuh yang anda diberikan. Jika anda salah dalam mendidik anak, akibatnya akan mengganggu kesehatan mental dan tumbuh kembang anak untuk masa depannya kelak. 

Untuk membantu tumbuh kembang anak dengan baik, banyak tahapan dan cara yang berbeda-beda sesuai kondisi dan karakter yang anak miliki. Anda bisa mencari tahu informasi, melalui buku, internet, konsultasi dengan dokter anak, psikolog anak, atau ahli lainnya yang berkompeten tentang anak.

Berikut tahapan orangtua dalam mendidik anak sesuai umur. Agar anda tidak keliru dalam mendidik anak, yang akan mengakibatkan kondisi anak menjadi tertekan. 

1. Anak usia 0-7 tahun

Mendidik anak diibaratkan dengan memperlakukan layaknya raja. Di mana orang tua wajib mengasuh dan mendidik anak dengan sikap yang lemah lembut, tulus, dan sepenuh hati. Namun, ketika anda mendidik anak, bukan berarti anda harus memanjakan anak. Tetaplah bersikap tegas dengan penuh kasih sayang. 

Jika anda ingin mengajak anak ngobroll, gunakan bahasa sederhana yang mudah dimengerti dengan nada pelan tanpa berbicara kasar. Karea, biasanya anak dengan usia 0-7 tahun ini akan banyak meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya termasuk orangtuanya sendiri.

Anak usia 8-14 tahun ini adalah masa yang paling penting di dalam tumbuh kembang anak. Mulai ajarkanlah anak tentang hak dan kewajiban, akidah dan hukum agama yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan.

Selain itu mulailah mendidik anak untuk melakukan kebiasaan sehari-hari seperti, belajar, salat lima waktu, menggunakan pakaian yang bersih, menutup aurat, membiasakan membaca Al-Quran, dan membantu pekerjaan rumah.

2. Anak usia 8-14 tahun

Anak usia 8-14 tahun ini adalah masa yang paling penting di dalam tumbuh kembang anak. Mulai ajarkanlah anak tentang hak dan kewajiban, akidah dan hukum agama yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan.

Selain itu mulailah mendidik anak untuk melakukan kebiasaan sehari-hari seperti, belajar, salat lima waktu, menggunakan pakaian yang bersih, menutup aurat, membiasakan membaca Al-Quran, dan membantu pekerjaan rumah.

3. Anak usia 14-21 tahun

Saat anak telah memasuki akil baligh, mulai usia 14-21 tahun. Di masa ini sebagai orang tua dianjurkan untuk memperlakukan anak sebagai sahabatnya. Bersikaplah layaknya sahabat sehingga mereka akan lebih terbuka dengan apa yang dialami dan dirasakan anak. Dengan bersikap sebagai sahabat anak akan merasa aman. 

Ajak anak untuk diskusi banyak hal untuk membantu mereka menemukan potensi yang akan kembangkan. Arahkan anak agar tumbuh sebagai sosok yang percaya diri, pemberani, dan bertanggung jawab terhadap kehidupannya.

Selain itu, latihlah anak untuk bersikap mandiri karena kehidupan mereka tidak selalu bergantung pada orang tua, teman, ataupun orang lain. Walau seperti itu, jangan lupa tetap memberi pengawasan untuk mencegah anak pada hal-hal negatif yang tidak diinginkan.

4. Anak usia 21 tahun keatas

Ketika anak memasuki usia 21 tahun, itu artinya anak sudah mulai beranjak dewasa. Sudah bisa membedakan mana baik dan buruk, sebagai orangtua pun sudah bisa memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada anak dengan memberikan kebebasan berpendapat, penampilan, karir dan masa depannya. 

Dengan seperti ini, maka anak akan merasa percaya diri dalam dirinya dan sudah dapat mengambil keputusan  sendiri,  juga sudah mampu mengatasi setiap masalah yang di hadapi.

Itulah 4 tahapan orang tua dalam mendidik anak sesuai umur. Dengan melakukan tahapan-tahapan tersebut, maka anak pun akan berkembang dan bertumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dengan baik. Jika anak tiba-tiba membutuhkan sesuatu, maka sebaiknya orang tua peka terhadap kebutuhan sang anak. 

Mengapa demikian? Karena, sebagian anak ada yang tidak melontarkan secara langsung apa yang dia inginkan, dia lebih memendam. Entah karena takut dimarahi orangtua ataupun segan tidak mau terlalu merepotkan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *